Postingan

Journey to The East (Cerita Perjalanan Backpacking Flores) - 2

Gambar
sambungan dari :  Journey To The East (part 1) Journey To The East (part 3) Kamis, 27 Januari 2011 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Nasi Bantal Jam 06.30 kami udah bangun dan langsung denger pengumuman untuk penukaran tikket dengan sarapan pagi sudah bisa dilakukan dengan menghubungi ABK di pantry . Segera kami beranjak kesana karena perut sudah lapar. Setelah menukarkan tiket da mendapatka 1 kotak + 1 minum gelasan per orangnya, kami langsung kembali ke lapak kami. Yang ngambil makanan biasanya cuma 2 orang aja, waktu itu Gw dan Kicol, kadang-kadang masih ada yang tidur jadi kalo gak diambil buru-buru nanti penukaran tiketnya ditutup. Ternyata si Ucup ibarat perokok, dia itu penidur berat. Tiket-tiket Mbak Selly, Elis dan Oma pun sekalian Gw dan Kicol yang ambilin biar gak repot. Kami memang tidak terlalu berekspektasi terlalu tinggi dengan makanan di dalam kotak itu. Yah, namanya juga gratisan. Ternyata...

Kutilang Rinjani

Aku ragu mulai darimana... Hidungnya 45 derajat seakurat penggaris siku-siku Bibir bawahnya lembut melengkung anggun tiada tara Sebaris gigi seri sempurna mengintip malu-malu kucing Dagunya bertumpu indah di telapak tangan Pupilnya bergerak sopan senada dengan pakaiannya Mahkotanya menari indah, bagaimanapun arah putaran bumi Lehernya seputih susu, setinggi menara Pisa Singkatnya... Sherina Munaf edisi ramping! *Syair ini ter- ceplos begitu saja saat melihat bidadari yang membuat lupa diri...   http://www.f(uck)book.com/photo.php?fbid=1947951583046&set=a.1621794829331.80402.1370256557&type=1&theater  

Menyadari Keadilan

Seorang pemuda terpojok, jantungnya terpompa sampai ke lantai sembilan gedung sekolah. Matanya berkedip sembilan ratus kali dan masih tidak percaya. Kabar kurang manis datang dari tanah asalnya. Untungnya bukan undangan kawinan yang berisi gambar kurang sopan lengkap dengan cemo'ohan orang beradab. Kain merah muda menciut mencumbu lembut bagian putihnya. Lebih dekat dari ukuran jari kelingking bayi yang baru lahir. Lebih ramping agak sepundak melempar senyum seperti biasa. Senyuman setajam pisau dapur menyobek tipis lapisan hati. Tidak lebih dari 3 gambar sudah membuatnya hampir mati kehabisan darah. Rembulan pergi dicuri malam. Tinggalah angin dan hujan beserta jangkrik-jangkrik mengetuk dalam hatinya. Sedalam-dalamnya 7 lapisan bumi. Hanya untuk memberi tahu bahwa masih banyak bintang berkilau bak intan kelak akan datang. Hanya jika kelopak mata hatinya mampu terbuka lebih lebar dan kedua kakinya lebih kuat untuk berlari mengejar lukisan-lukisan buatannya sendiri. Sebegitu...

Nona

Untuk nona disana, yang entah sedang apa Andai dapat kudefinisikan makna hakiki dari keindahan, pastilah dirimu yang aku jadikan jawaban. Andai pelangi kehilangan warnanya, pastilah dirimu yang mencurinya. Andai diriku ini merasa bahagia, dadaku menggema, pipiku merona, dan bibirku tak bisa berucap apa-apa, pastilah dirimu penyebabnya. Karena sungguh, nona senja tak pernah indah tanpa pelukanmu, langit tak secerah saat kau di sampingku, dan bumi terlalu luas untuk kuarungi tanpamu. Maka setelah rumus-rumus ini, angka-angka ini Setelah "homogenitas"  ini, setelah kantung mata ini Setelah kelas-kelas ini, setelah program-program ini Setelah perjuangan ini, dan tentunya setelah kesendirian ini, Maukah kau berjalan bersamaku? Membasuh keningku yang cukup berkeringat, memijat lembut pundakku yang hampir salah urat mengusap rambutku dan hilangkan segala penat dan mengingatkanku jikalau waktunya shalat Kita lihat dunia dengan mata kepala kita, Kita me...

Memang Seharusnya

"Namun, betapapun beratnya, aku tetap harus pergi. Kukuatkan perasaanku dengan mengingat bahwa Zinar dengan cara apa pun, takkan dapat kusaingi, dan A Ling punya setiap hak dan alasan yang masuk akal untuk memilihnya. Lagi pula republik telah merdeka lebih dari setengah abad. Setiap warga negara bebas menentukan dengan siapa ia mau kawin. Ini adalah cara membujuk diri dengan cara yang sebenarnya sangat memilukan. Namun, hanya itu pilihan yang kupunya untuk menerima keadaanku. Lelaki yang baik akan mendapatkan perempuan yang baik . Perempuan yang baik, akan mendapatkan lelaki yang baik, begitu ajaran pokok dalam agama yang kupeluk. Barangkali, aku tidak cukup baik untuk A Ling." Padang Bulan - Andrea Hirata Mumet, mumet, mumet banget sampai bingung gimana cara melukiskannya. Mungkin memang seharusnya...

Journey To The East (Cerita Perjalanan Backpacking Flores)

Gambar
"Kenapa gak sekalian aja kita ke Pulau Komodo, Cky?" Sms dari Philip beberapa minggu sebelum liburan semester membuat gw menjadi bimbang. Tapi emang dasar gw yang orangnya agak impulsif, tawaran tersebut langsung gw iyakan tanpa pikir panjang dengan segala kekurangan dan ketidaksiapan yang ada. Entah bagaimana gw juga gak tahu, dengan begitu saja gw membatalkan rencana awal perjalanan ke Pulau Sempu yang kira-kira lebih hemat biaya karena gw lagi nabung untuk perjalanan lainnya. Kayak "Call of The Wild" aja itu mah... "Berangkaaat..." Semenjak itu, gw mulai nyari informasi tentang perjalanan ke Pulau Komodo sebagai tujuan utama kami dan gw mulai menyusun beberapa rencana perjalanan juga menghitung budgetnya.  Gw dan temen-temen berencana melalui jalur darat dengan melompat-lompati beberapa pulau sampai akhirnya ke Labuan Bajo dan Flores. Namun beberapa hari sebelum keberangkatan, Philip ngasih kabar kalo ada tiket kapal Pelni dengan harga IDR 250.000 dari ...

Tentang Hitungan Berulang

Sekitar 2 minggu yang lalu gw kuliah Metoda Numerik, dan saat itu materinya adalah tentang Error, atau Persamaan no-Linear kalau gak salah. Nah, dari situ gw baru ngerti bagaimana kerja komputer atau sederhananya, alat hitung kayak kalkulator. Sebenernya komputer atau alat hitung itu lebih bodoh daripada manusia. Komputer hanya menjalankan apa yang sudah diperintahkan (baca:diprogram) oleh manusia sendiri. Tapi, hebatnya komputer itu, komputer lebih rajin ketimbang manusia. Gw gak akan bicara secara detail, tapi gw bakal bicara tentang apa yg pengen gw sampaikan aja, ok? Contohnya ketika menghitung suatu akar dari sebuah kurva persamaan, yang 2 variabelnya tidak diketahui di kedua sisi. Maka harus dilakukan hitungan secara iterasi , atau hitungan berulang-ulang agar didapatkan nilai yang paling mendekati saat jawaban terakhir dan jawaban sebelumnya dibagi hasilnya sama dengan 1.Sederhananya gini, ketika telah dihitung dengan langkah-langkah yang sesuai, didapat hasil 1,23450002. Lalu...