Postingan

Tentang Hitungan Berulang

Sekitar 2 minggu yang lalu gw kuliah Metoda Numerik, dan saat itu materinya adalah tentang Error, atau Persamaan no-Linear kalau gak salah. Nah, dari situ gw baru ngerti bagaimana kerja komputer atau sederhananya, alat hitung kayak kalkulator. Sebenernya komputer atau alat hitung itu lebih bodoh daripada manusia. Komputer hanya menjalankan apa yang sudah diperintahkan (baca:diprogram) oleh manusia sendiri. Tapi, hebatnya komputer itu, komputer lebih rajin ketimbang manusia. Gw gak akan bicara secara detail, tapi gw bakal bicara tentang apa yg pengen gw sampaikan aja, ok? Contohnya ketika menghitung suatu akar dari sebuah kurva persamaan, yang 2 variabelnya tidak diketahui di kedua sisi. Maka harus dilakukan hitungan secara iterasi , atau hitungan berulang-ulang agar didapatkan nilai yang paling mendekati saat jawaban terakhir dan jawaban sebelumnya dibagi hasilnya sama dengan 1.Sederhananya gini, ketika telah dihitung dengan langkah-langkah yang sesuai, didapat hasil 1,23450002. Lalu...

Teorema Beton

Gambar
Terinspirasi dari : Blog kawan  http://schematicskehidupan.blogspot.com/   dan kuliah Teknologi Beton :D Jadi ceritanya beberapa hari yang lalu gw kuliah Teknologi Beton. Meskipun rada-rada ngantuk, setidaknya gw dapet sebuah pelajaran yg berharga. Beton, merupakan suatu bahan yang terbuat dari susunan air + semen + agregat kasar(kerikil) + agregat halus(pasir), dimana air dan semen berfungsi sebagai pasta yang merekatkan agregat halus serta agregat kasar. Semua bahan tersebut dicampur dan diaduk dengan proporsi tertentu lalu dicetak dan dibiarkan kering hingga semua komponen tersebut solid dan mencapai kekuatan maksimumnya untuk menahan beban setelah 28 hari (beton umumnya). Beton juga memiliki mutu yang bereda-beda berdasarkan kuat tekannya. Beton dengan mutu tinggi mempunyai kuat tekan yang tinggi juga, sebaliknya beton dengan mutu rendah memiliki kuat tekan yang rendah pula. Namun, beton mutu tinggi dengan kuat tekan yg tinggi memiliki sifat yang getas , sehingga regan...

Cerita Perjalanan Backpacking Bali-Lombok (lanjutan)

Gambar
Baiklah teman-teman pembaca yang budiman, pertama-tama izinkan saya meminta maaf atas keterlambatan penerbitan jurnal lanjutan gw kali ini. Mungkin kalo diizinkan beralasan, ini semua karena mood yang angin-anginan datangnya ditambah waktu dan kesibukan-kesibukan yang begitu menumpuk di kampus. Namun akhirnya sesuai janji, lanjutan daripada jurnal backpacking ke bali dan lombok tetap akan gw terbitkan meskipun itu sudah terlihat basi :p Oke, langsung saja, mudah2an tetap semangat dan antusias membacanya. Enjoy! Lanjutan dari : Cerita Perjalanan Backpacking Bali-Lombok (Bali Series) World Cup On The Water Setelah mencari-cari taksi, akhirnya kita mendapatkan taksi dan tawar boleh tawar harga taksi untuk mengantar kita ke Pelabuhan Lembar adalah IDR 220.000 . Kalo dibagi 3 kira-kira 73ribuan, agak mahal sih tapi gakpapa lah soalnya sudah sore dan kita harus menuju ke Lombok hari itu juga sedangkan angkutan yg menuj langsung ke Pelabuha Lembar dari Kuta tidak ada. Gak pake basa-bas...

Mati Rasa

Senyuman itu, pola pipi yang menariknya, bibir indah lembut memukau. dahi yang bersih, membiarkan cahaya matahari bebas memantul Sepasang bola mata yang biasa, khas Indonesia. tidak terlalu semampai, tidak. bersayap pun tidak...apalagi Wajahmu, aku mati rasa ...

Angin Teman Sejati

Begitu banyak kesempatan telah berlalu, Sebut saja di atap loteng di malam itu, hanya berteman angin, aku menengadah menikmati langit bertabur bintang... Atau mungkin didalam kereta menuju Yogyakarta, lagi-lagi berteman angin, aku melayangkan pandangan keluar jendela, menikmati mentari tenggelam dibatas cakrawala... Atau mungkin saja di puncak gunung Gede kala itu, Mentari baru saja terbit menyapa saat aku terbangun dari tidurku yang lelap dan dingin diselimuti angin... Hmmm... Atau ketika KM Awu berlayar meninggalkan pelabuhan kota Bima, angin yang kencang memaksaku menarik jaket untuk keluar menikmati kontur pulau Sumbawa yg sangat sangat alami... Atau mungkin saja saat senja semakin merona dan kalong-kalong mulai berterbangan mencari makan di pulau Kalong, masih berteman angin, aku menikmatinya sambil meneguk segelas sopi di anjungan perahu.. Bahkan malamnya saat Tuhan menganugerahkan jutaan bintang di jagad langit sehingga seakan Flores memiliki Planetarium baru, aku hanya bernyany...

Cerita di Kala UAS

Kejadiannya ketika bberapa hari lalu saat ujian Dasar-Dasar Perencanaan Transportasi. Obrolan yang biasa dilakukan mahasiswa ketika sesaat setelah keluar dari ruang ujian dan bertemu dengan teman seperjuangan, Cilacap   : "Gimana, mbos? bisa nomer 3 tadi?" Jakarte'   : "Buset dah, gw ngisi asal-asalan tadi...Kagak belajar yang barusan ntu gw.." Cilacap  : "Lah, kamu kan bisa liat slide pak dosen dari ipod mu yang baru?" Jakarte'   : "Kagak dah, emak gw beliin ginian buat belajar, bukan buat contek-contekan.. "  Agak lugu sih memang, tapi gw rada' tersentil aja ngedengernya. Dan sekali lagi gw terkagum akan peran orangtua yang begitu penting dalam mendidik anak. Di jaman modern kayak gini, udah gak susah lagi kalo mau menyampaikan pesan ke teman yang jaraknya ratusan kilometer entah dimana. Mau internetan juga bisa dimana aja, segala informasi dari seluruh penjuru dunia bisa langsung didapetin hanya dengan memencet beberapa tombol...

Pahlawanku

Gambar
Mungkin kalo ditanya, "Untuk apa sih lo hidup di bumi, cky?". Salah satu jawabannya adalah gw mau bahagiain ini orang, ibu gw. Gw gakbisa nyamain dia dengan siapa - siapa di bumi ini. Bagi gw, dia merupakan pahlawan, pelindung, pengasuh, pembimbing dan keajaiban. Ibu gw gak pernah ngitung berapa banyak uang yang dia habiskan untuk membeli susu ibu hamil, check up ke dokter, beli peralatan bayi, biaya persalinan dan perawatan, beli susu balita, bayar uang sekolah, beli makanan pagi siang sore untuk 3 orang anak, dan perlengkapan lainnya, dia gak pernah menghitung, bahkan gak pernah nagih ke gw. Ibu gw juga gak pernah ngeluh kalo sampe 9 bulan berbagi nutrisi dengan "parasit" nakal yang bakal lahir ke dunia. Setelah lahir ke dunia pun nyokap gw tetep gak pernah ngeluh berjuang banting tulang ngurusin gw.  Bangun paling pagi saat yang lain masih tertidur dan langit pun masih gelap. Ibu gw udah solat subuh dan nyiapin makanan buat sekeluarga. Dia selalu buatin gw sus...