Senin, 17 Februari 2014

Untuk Kamu Baca Nanti

Di antara sepi dan kesendirian ini
aku masih mengagumimu
Di dalam luka yang orang-orang tidak pahami, pun dirimu
aku masih menyukaimu
Bahkan di atas semua kejelasan ini
aku masih mengharapkanmu

Aku mabuk dalam teori
sibuk menyutradarai mimpi
tenggelam dalam ketakutanku sendiri
Sementara kamu tetap disitu, membisu tak tahu

Perasaan ini sudah hidup dan mati,
segar dan basi selama ribuan tahun
Perasaan yang terlanjur...
lebih pantas dibuang, daripada disampaikan
atau mungkin, lebih baik kujadikan tulisan

Maka,
andai kamu membaca ini
ketahuilah bahwa aku mengagumimu
Aku menyukaimu dan aku mengharapkanmu jadi kekasihku
Serta alasan-alasan yang demikian
sehingga kamu tidak mengetahui
sampai akhirnya aku menulis ini,
dan kamu membacanya nanti

Yogyakarta, 12 Januari 2014

Rabu, 12 Februari 2014

Di Dalam Kereta Menuju Surakarta

Di dalam kereta menuju Surakarta 
Lelah dan kantuk menyesaki gerbongnya 
Debu dan keringat mengendap di antaranya 

Di dalam kereta menuju Surakarta 
Beberapa tak kuasa untuk tetap terjaga 
Mereka terlarut dalam mimpi 
Merindu apa yang menunggu di rumah nanti 

Nikmatilah! 
Kiranya 30 menit sudahlah cukup 
Untuk melupakan hutang piutang 
Untuk melupakan cicilan 
Untuk melupakan sekarang, besok dan semuanya... 

Biar bagaimanapun, hari ini adalah hari ini 
dan hari ini akan segera berakhir 
Entah pada air panas dari pancuran 
atau pada hidangan makan malam 
Entah pada pelukan 
atau pada ciuman... 

Bersyukurlah kalian masih punya mereka 
mereka yang menanti setia 
mereka yang menanti mesra, penuh cinta... 
Setibanya nanti di Surakarta



Antara Yogyakarta dan Surakarta, 15 Januari 2014