Sabtu, 19 November 2011

Tentang Kuliah dan Fungsinya

Kali ini gw akan berbagi pikiran dengan para pembaca sekalian melalui tulisan yang cukup panjang (bagi gw). Akan lebih nikmat bila ditemani secangkir kopi dan sebatang kretek favorit. Ups, karena gw sudah berhenti merokok, jadi gw siapin kopinya aja ya.
Gw bukan mau ceramah atau menggurui atau apapun lah yang semacamnya, tapi hanya ingin berbagi dan bertukar pikiran saja demi kelangsungan hidup yg lebih baik. :)
Enjoy!


Sebentar...gw bingung mau mulai darimana...
Ummm...oke, kita mulai dari pertanyaan pendek ini,
"Untuk apa sih kuliah???"

Dan mungkin jawaban orang bakal berbeda-beda.
Salah satunya yang paling umum adalah,
"Ya buat nyari ilmu lah, ilmunya buat nyari kerja, biar bisa dapet uang untuk hidup..."

Dulu jawaban gw juga seperti ini. Tapi setelah gw 2 tahun lebih sedikit menjadi mahasiswa dan merasakan bagaimana yang namanya perkuliahan itu, gw ganti jawaban gw!
Meskipun gw belum pernah ngerasain yang namanya nyari kerjaan, tapi gw merasa apa-apa yang gw dapet di kelas itu tidak semuanya akan berpengaruh saat gw kerja nanti. Bahkan dosen gw aja pernah nge-wanti-wanti kalo kuliah yang kita dapet di kelas itu nantinya hanya akan berpengaruh 10% waktu kita sudah masuk dunia kerja.

Sisanya? Biarlah kakandamu yang guanteng ini bercerita sedikit ya, adinda... ^^

Minggu, 06 November 2011

Missing Something Never Happened

I like the feel of your name on my lips
And I like the sound of your sweet gentle kiss
The way that your fingers run through my hair
And how your scent lingers even when you're not there

And I like the way your eyes dance when you laugh
And how you enjoy your two hour bath
And how you convinced me to dance in the rain
With everyone watching, like we were insane

But I love the way you love me
Strong and wild, slow and easy
Heart and soul, soul completely
I love the way you love me

I like way that you sing sweet and low
When they're playing our song on the radio
And I like the innocent way that you cry
At old time movies you've seen hundreds of time

But I love the way you love me
Strong and wild, slow and easy
Heart and soul, soul completely

So listen to me and I could list a million things
I'd love to like about you
But they all come down to one reason
I could never live without you


Gw tiba-tiba rindu.
Lagu ini membuat gw tiba - tiba rindu.
Rindu akan sesuatu yang belum pernah gw alamin sebelumnya.
Tapi gw merasa gw pernah mengalaminya.
Persis seperti yang diceritakan di lagunya Eric Martin - I Love The Way You Love Me.

Berdua mendengarkan musik favorit kita dari radio, menghabiskan waktu senggang di sofa sambil menonton koleksi film. Kamu pasti menangis meskipun sudah menontonnya berkali - kali, dan aku rindu menghapus air mata kamu sambil melontarkan beberapa sindiran manis yang membuat kamu sedikit jengkel dan memasang muka lugu yg tidak pernah bosan di lihat.

Ketika hujan turun, kita berlari keluar rumah tanpa alas kaki. Menari dan melompat - lompat menengadahkan kepala ke atas, memejamkan mata, sambil membiarkan air hujan membasahi muka kita. Kita saling menatap dan tersenyum, tertawa dan mengerti bahwa hidup akan lebih mudah dijalani bersama - sama.

Gw merasa ini pernah terjadi dan saat ini gw benar - benar rindu akan moment itu. 
Itu saja...

Senin, 31 Oktober 2011

Over-expected, Super-confident, & Hyperbolic-dreaming

A summer day is passing by, the setting sun is shining down on your face
Together we're hand in hand looking at the golden sky
How much I was waiting for this moment, it's been so many nights without you
Wishing only that it would last forever more

You are the only one to make my dreams come true, I never thought that it could be so real
Now I believe that it was meant to be cos I found you here by my side
Oh I wanna be the one to show your smile to the world, so that your loneliness would fade away
Whatever comes today I'll be there for you, let me give you happiness for tomorrow

For so many days you've been gone I know that you were going after your dreams
Although we were far away, always hoped your dreams would shine
Used to think about your smile every night as I cried myself to sleep and
My love for you is now stronger than ever before

You are the only one to bring me joy in this world, I always wanna have you in my life
Now I believe that it was meant to be cos I found you here by my side
Oh I wanna be the one to give my heart to you, the sorrow that you have would melt away
Whatever comes today I'll be there for you, let me show you happiness for tomorrow
Whatever comes today I'll be there for you, let me show you happiness for tomorrow



Ini merupakan lirik dari lagu Sekaiju No Dareyorii Kitto (Surely More Than Anyone Else In This World) yang sudah digubah dan dinyanyikan kembali oleh Eric Martin feat. Debbie Gibson.
Seketika gw terkagum dengan lagu ini apalagi setelah tau yang menyanyikannya adalah Eric Martin.

Suatu saat gw pengen bisa menyanyikan lagu ini khusus untuk seseorang yang benar-benar gw maksudkan seperti yang ada didalam lagu tersebut.
Gw membayangkan wajahnya yang bermandikan cahaya matahari, dan kita duduk berdua berpegangan tangan sambil menikmati sore yang indah di bibir sungai.

"Together we're hand in hand looking at the golden sky.."

yah...suatu saat nanti...


Nanti pagi Ujian Tengah Semester akan dimulai. Mohon doa restunya agar gw bisa mengerjakan dengan baik da mendapatkan hasil yang terbaik. ^^

Rabu, 12 Oktober 2011

Tuhan Maha Tahu

Seperti bintang yang bertaburan di penjuru langit.
Seperti bulan dan matahari yang tak pernah bertemu.
Hanya sinarnya yang menyilaukan dan auranya yang menginspirasi.
Namun tidak seruas jari pun kulit ini bisa betemu dengan kulitnya...

Bersyukur Tuhan menciptakan bola mata sebagai perantara untuk menikmati,
dan kelopaknya sebagai pengingat yang responsif,
bahwa bersabar dan berusaha itu penting!
Lebih penting daripada berkhayal sebelum tidur!!

Setiap bidadari memiliki keindahannya sendiri - sendiri.
Dari ujung rambut, dahi, bibir, jari hingga ujung kuku kaki.
Dari kecerdasan, gerak-gerik, tutur ucap, sampai ujung hatinya.
Setiapnya memiliki kombinasi yang indah, meskipun relatif.

Kombinasi mana yang cocok untuk pribadimu?
Tuhan Maha Tahu...

Senin, 10 Oktober 2011

Cuma Sebuah Lamunan

Kadang-kadang Gw melamun, di antara pantulan terik sinar matahari, dibawah pohon rindang, di atas meja kayu, di dalam kamar kost, di atas kapal laut, di kursi kereta api, di ruang tunggu bandara internasional, di puncak gunung, dimanapun...

Setelah menikah nanti (InsyaAllah), Gw gak mau beli rumah apalagi menetap. Gw mau keliling Indonesia dan keliling dunia bareng istri Gw.  Nomadic Lifestyle. Pindah dari suatu tempat ke tempat lain, mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah kita sentuh, membuka mata lebih lebar, mencari jalan keluar dari setiap masalah di perjalanan, bulan madu di berbagai tempat di dunia! Kalau uang habis, ya kerja lah, dimana saja kita berada pada saat itu. Menikmati apa yang Andrea Hirata bilang "saripati hidup". Menarik, bukan?!

Seperti yg dilakukan juga oleh Tony & Maureen Wheeler, kita juga bakal ambil foto berdua setiap kali ulang tahun perkawinan kita. Di pelosok hutan belantara di Kalimantan, di puncak gunung Semeru, di air terjun St. Angel Venezuela, atau di "selangkangan" Eifel Tower. Yang penting berdua dan bersama-sama melakukannya.

Lamunan Gw lambat laun terhenti ketika Gw mulai memikirkan siapa yang akan melakukan perjalanan tersebut bersama Gw. Setiap wanita cantik yang Gw pernah temui di bumi ini selalu saja berakhir dengan kata "cantik" itu sendiri, tidak lebih. Sudah. 
Setelah dipikir-pikir wanita cantik di dunia ini itu banyak sekali. Bahagia sekali kalau Gw bisa menjadi orang yang tinggal pilih wanita mana yang mau Gw jadikan istri nanti. Sayangnya Gw laki-laki yang kurang tahu menahu perkara masa depan. Gw gak pernah tahu pasti. Gw hanya bisa mengarahkannya ke arah yang Gw mau, namun tentu saja finishing touch tetap dilakukan oleh Sang Pencipta Jagad Raya ini. Bisa saja sesuai dengan yang Gw idam-idamkan selama ini, atau sebaliknya. Ah! soal itu sudahlah tidak usah dibicarakan lagi, tidak akan ada habisnya. Yang pasti Gw percaya Tuhan selalu memberikan apa yang kita mau andai kita berusaha. That's it!

Jangan muluk-muluk, lamunan Gw barusan juga bisa menjadi sebuah wacana semata kalau saja Gw cuma duduk melamun.
Gw jalanin dan arahin aja hidup Gw ini menuju semua mimpi-mimpi Gw itu, semoga Tuhan mengizinkan semuanya...Bismillahirrahmaanirrahiiim...

Minggu, 09 Oktober 2011

Harapan

Assalamualikum Wr. Wb.

Sudah lama rasanya tidak bersua dan mengurusi blog ini. Sebenernya banyak cerita yang mau Gw taro disini dari mulai liburan kemarin SMTV Trip yang sudah direncanakan berbulan-bulan untuk balas dendam atas seluruh kepenatan semester 4, sampai nasib KMTS yang sedang dalam fase "ganti kulit". Mood dan banyaknya kegiatan lagi-lagi menjadi alasan primer Gw. Gw gak pernah bergairah lagi untuk menulis setelah semester 5 kuliah Gw dimulai. Rasanya banyak banget kegiatan yang bakal Gw jalanin di semester 5 ini, padahal semester 5 baru dimulai. Mungkin karena pikiran-pikiran Gw yang terlalu jauh dan mengada-ada yang terkadang membuat Gw merasa sudah seperti orang palins sibuk sedunia.

Tapi dibalik itu, Gw cukup bersemangat karena banyak harapan-harapan baru yang muncul di semester 5 ini. Perubahan harus dimulai! ke arah yang lebih baik tentunya. Dari berbagai obrolan dengan teman-teman di kampus. Kita banyak sepakat dalam berbagai hal dan memiliki beberapa visi yang sama untuk KMTS, Teknik Sipil dan manusia lain pada umumnya. 

Asalkan kita mulai dari hal kecil dan bertahap secara konstan, ditambah kerja bersama-sama, semua harapan itu pasti akan segera kita lihat. Seperti dengan apa yang telah kita impi-impikan. Saling menjaga semangat dan tetap fokus adalah amunisi dalam perjalanan ini. Dan Gw menyatakan siap untuk ikut!

Harapan ini kian membara ketika beberapa waktu lalu gw menghadiri debat calon ketua KMTS periode 2011-2012. Dibalik kerlap-kerlip lampu KMTS gw melihat sejumput semangat yang siap untuk dipantik menerbangkan balon udara mimpi kita. Ternyata harapan itu masih ada, dan lebih jelas bila bersama-sama. Dan Gw percaya kalau kita melakukan sesuatu hal yang baik dengan niat yang baik pula, Tuhan pasti akan mempermudah dan memperindah perjalanan kita. Itu saja.

"Sebaik-baiknya manusia adalah yang dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain"


Senin, 20 Juni 2011

Journey to The East (Cerita Perjalanan Backpacking Flores) - 2

sambungan dari : 
Journey To The East (part 1)
Journey To The East (part 3)


Kamis, 27 Januari 2011
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -


Nasi Bantal
Jam 06.30 kami udah bangun dan langsung denger pengumuman untuk penukaran tikket dengan sarapan pagi sudah bisa dilakukan dengan menghubungi ABK di pantry. Segera kami beranjak kesana karena perut sudah lapar. Setelah menukarkan tiket da mendapatka 1 kotak + 1 minum gelasan per orangnya, kami langsung kembali ke lapak kami. Yang ngambil makanan biasanya cuma 2 orang aja, waktu itu Gw dan Kicol, kadang-kadang masih ada yang tidur jadi kalo gak diambil buru-buru nanti penukaran tiketnya ditutup. Ternyata si Ucup ibarat perokok, dia itu penidur berat. Tiket-tiket Mbak Selly, Elis dan Oma pun sekalian Gw dan Kicol yang ambilin biar gak repot.
Kami memang tidak terlalu berekspektasi terlalu tinggi dengan makanan di dalam kotak itu. Yah, namanya juga gratisan. Ternyata isinya sarapan pagi kami kala itu adalah nasi dengan potongan (tampaknya) telur dadar 1/4 bagian dilumuri kuah sarden. Benar saja dugaan kami, setidaknya selera makan tidak turun. Karena sudah lapar memang, kami langsung sarapan bersama. Oh, ternyata tak disangka tak dinyana potongan telur tadi sepertinya tidak sepenuhnya telur. Mungkin hanya 1/2 bagiannya yang telur, atau 1/4 bagiannya yang telur, atau malahan 1/1000nya yang telur, sisanya tepung terigu!!! Philip udah mulai agak malas-malasan makannya, apalagi si Fuad yang terus-menerus merengek tentang gizi. "eh atuh eh.."


2 menu setia di kapal Awu : Nasi ikan & Nasi Bantal
Ya mau bagaimana lagi, beginilah kondisi di kapal ini dan beberapa hari berikutnya di kapal, ketimbang beli nasi Ayam + sayur yang mahal itu, uang kita sudah habis duluan. Untung saja kami bawa perbekalan penunjang yang lain seperti sozzis dan abon, meskipun jumlahnya juga terbatas. Jangankan kami yang jarang naik kapal, mbak Selly pun bilang, "Nah, gini lebih enak kalo pakai abon, daripada hanya nasi sama bantal...". Dan semua pun tertawa terbahak-bahak.

Kutilang Rinjani

Aku ragu mulai darimana...
Hidungnya 45 derajat seakurat penggaris siku-siku
Bibir bawahnya lembut melengkung anggun tiada tara
Sebaris gigi seri sempurna mengintip malu-malu kucing
Dagunya bertumpu indah di telapak tangan
Pupilnya bergerak sopan senada dengan pakaiannya
Mahkotanya menari indah, bagaimanapun arah putaran bumi
Lehernya seputih susu, setinggi menara Pisa
Singkatnya...Sherina Munaf edisi ramping!

*Syair ini ter-ceplos begitu saja saat melihat bidadari yang membuat lupa diri...

 

Minggu, 12 Juni 2011

Menyadari Keadilan

Seorang pemuda terpojok, jantungnya terpompa sampai ke lantai sembilan gedung sekolah. Matanya berkedip sembilan ratus kali dan masih tidak percaya.
Kabar kurang manis datang dari tanah asalnya. Untungnya bukan undangan kawinan yang berisi gambar kurang sopan lengkap dengan cemo'ohan orang beradab.

Kain merah muda menciut mencumbu lembut bagian putihnya. Lebih dekat dari ukuran jari kelingking bayi yang baru lahir. Lebih ramping agak sepundak melempar senyum seperti biasa. Senyuman setajam pisau dapur menyobek tipis lapisan hati. Tidak lebih dari 3 gambar sudah membuatnya hampir mati kehabisan darah.

Rembulan pergi dicuri malam. Tinggalah angin dan hujan beserta jangkrik-jangkrik mengetuk dalam hatinya. Sedalam-dalamnya 7 lapisan bumi. Hanya untuk memberi tahu bahwa masih banyak bintang berkilau bak intan kelak akan datang. Hanya jika kelopak mata hatinya mampu terbuka lebih lebar dan kedua kakinya lebih kuat untuk berlari mengejar lukisan-lukisan buatannya sendiri.

Sebegitu menginginkannya dia akan keadilan sampai dia tidak menyadari arti keadilan itu sendiri.

Senin, 09 Mei 2011

Nona

Untuk nona disana,
yang entah sedang apa

Andai dapat kudefinisikan makna hakiki dari keindahan,
pastilah dirimu yang aku jadikan jawaban.

Andai pelangi kehilangan warnanya,
pastilah dirimu yang mencurinya.

Andai diriku ini merasa bahagia,
dadaku menggema, pipiku merona,
dan bibirku tak bisa berucap apa-apa,
pastilah dirimu penyebabnya.

Karena sungguh, nona
senja tak pernah indah tanpa pelukanmu,
langit tak secerah saat kau di sampingku,
dan bumi terlalu luas untuk kuarungi tanpamu.

Maka setelah rumus-rumus ini, angka-angka ini
Setelah "homogenitas"  ini, setelah kantung mata ini
Setelah kelas-kelas ini, setelah program-program ini
Setelah perjuangan ini, dan tentunya setelah kesendirian ini,

Maukah kau berjalan bersamaku?

Membasuh keningku yang cukup berkeringat,
memijat lembut pundakku yang hampir salah urat
mengusap rambutku dan hilangkan segala penat
dan mengingatkanku jikalau waktunya shalat

Kita lihat dunia dengan mata kepala kita,
Kita menyanyi dan berdansa dimana saja,
menikmati karunia Tuhan bersama-sama
dan berbagi dengan yang lainnya

Nona, tetaplah indah selalu disana

Kamis, 21 April 2011

Memang Seharusnya

"Namun, betapapun beratnya, aku tetap harus pergi. Kukuatkan perasaanku dengan mengingat bahwa Zinar dengan cara apa pun, takkan dapat kusaingi, dan A Ling punya setiap hak dan alasan yang masuk akal untuk memilihnya. Lagi pula republik telah merdeka lebih dari setengah abad. Setiap warga negara bebas menentukan dengan siapa ia mau kawin. Ini adalah cara membujuk diri dengan cara yang sebenarnya sangat memilukan. Namun, hanya itu pilihan yang kupunya untuk menerima keadaanku. Lelaki yang baik akan mendapatkan perempuan yang baik. Perempuan yang baik, akan mendapatkan lelaki yang baik, begitu ajaran pokok dalam agama yang kupeluk. Barangkali, aku tidak cukup baik untuk A Ling."
Padang Bulan - Andrea Hirata

Mumet, mumet, mumet banget sampai bingung gimana cara melukiskannya. Mungkin memang seharusnya...

Jumat, 01 April 2011

Journey To The East (Cerita Perjalanan Backpacking Flores)

"Kenapa gak sekalian aja kita ke Pulau Komodo, Cky?"
Sms dari Philip beberapa minggu sebelum liburan semester membuat gw menjadi bimbang. Tapi emang dasar gw yang orangnya agak impulsif, tawaran tersebut langsung gw iyakan tanpa pikir panjang dengan segala kekurangan dan ketidaksiapan yang ada. Entah bagaimana gw juga gak tahu, dengan begitu saja gw membatalkan rencana awal perjalanan ke Pulau Sempu yang kira-kira lebih hemat biaya karena gw lagi nabung untuk perjalanan lainnya. Kayak "Call of The Wild" aja itu mah...
"Berangkaaat..."
Semenjak itu, gw mulai nyari informasi tentang perjalanan ke Pulau Komodo sebagai tujuan utama kami dan gw mulai menyusun beberapa rencana perjalanan juga menghitung budgetnya. 
Gw dan temen-temen berencana melalui jalur darat dengan melompat-lompati beberapa pulau sampai akhirnya ke Labuan Bajo dan Flores. Namun beberapa hari sebelum keberangkatan, Philip ngasih kabar kalo ada tiket kapal Pelni dengan harga IDR 250.000 dari Surabaya ke Bima. Setelah gw hitung, ternyata itu lebih murah ketimbang jalur darat yang harus melompat-lompat pulau, namun mungkin kekurangnannya adalah kita bakalan bosen banget di kapal karena perjalanan dari Surabaya ke Bima itu 3 hari 2 malam. Kita semakin bingung setelah tahu bahwa kapal Pelni tersebut hanya berangkat pada hari itu saja dalam bulan Januari, tepat sehari setelah hari keberangkatan dari Jogja yang telah kita rencanakan, 25 Januari 2011. Kapal akan beragkat dari Surabaya tanggal 26 Januari 2011 dan hanya ada hari itu saja dalam sebulan ini, setidaknya seminggu.
Setelah kami semua berembuk dan menimbang-nimbang (lu kira daging potong?!), akhirnya kita memutuskan untuk berangkat naik kapal Pelni dan pulang melalui jalur darat karena kita gakmau kehilangan kesempatan untuk memandangi pemandangan di pulau-pulau yang kita lewati.

Awalnya yang akan berangkat itu 7 orang, tapi H-1 jumlahnya berkurang menjadi tinggal 5 orang saja, yaitu Gw, Phillip, Kicol, Fuad dan Ucup. Semua personil adalah teman satu SMA dulunya dan teman satu Perhimpunan Penempuh Rimba & Pendaki Gunung Satya Soedirman, kecuali Ucup. Ucup adalah temannya Phillip di kampus arsitektur UGM, dia juga baru beli kamera underwater yang secara tidak langsung membuat posisinya sungguh sangat diperlukan dalam perjalanan kali ini, terutama kamera-nya. :)

Semua personil yang ikut mungkin saat itu sedang dalam posisi "jenuh" dan perlu penyegaran, makanya semua dipertemukan didalam satu perjalanan ini. Gw yang udah "jenuh" ngerjain tugas, kuliah dan tetek bengeknya, Philip & Ucup yang udah "jenuh" dengan sketsa-sketsa gambar dan ke-"jomblo"-an nya (hahahahaha), Fuad, yang udah "jenuh" dengan algoritma dan bahasa pemogramannya, dan juga Kicol yag sudah "jenuh" dengan dunia barunya juga pendidikan dasar di pecinta alam kampus.

Oke, lengkap sudah basa-basinya. Setelah ini akan gw ceritain agak detail tentang perjalanan kami mulai dari Yogyakarta - Ende, Flores - P. Komodo - dan kembali ke Yogyakarta lagi. Maka siapkan kopi dan makanan kecil, lalu nikmatilah!

Sabtu, 19 Maret 2011

Tentang Hitungan Berulang

Sekitar 2 minggu yang lalu gw kuliah Metoda Numerik, dan saat itu materinya adalah tentang Error, atau Persamaan no-Linear kalau gak salah. Nah, dari situ gw baru ngerti bagaimana kerja komputer atau sederhananya, alat hitung kayak kalkulator. Sebenernya komputer atau alat hitung itu lebih bodoh daripada manusia. Komputer hanya menjalankan apa yang sudah diperintahkan (baca:diprogram) oleh manusia sendiri. Tapi, hebatnya komputer itu, komputer lebih rajin ketimbang manusia.

Gw gak akan bicara secara detail, tapi gw bakal bicara tentang apa yg pengen gw sampaikan aja, ok?
Contohnya ketika menghitung suatu akar dari sebuah kurva persamaan, yang 2 variabelnya tidak diketahui di kedua sisi. Maka harus dilakukan hitungan secara iterasi, atau hitungan berulang-ulang agar didapatkan nilai yang paling mendekati saat jawaban terakhir dan jawaban sebelumnya dibagi hasilnya sama dengan 1.Sederhananya gini, ketika telah dihitung dengan langkah-langkah yang sesuai, didapat hasil 1,23450002. Lalu komputer melakukan perhitungan lagi dengan memasukkan nilai tersebut sebagai nilai awalnya dan mendapatkan hasil hitungan yang baru yaitu 1.234500019, lalu nilai baru ini kembali dimasukkan sebagai nilai awal untuk dihitung lagi sesuai langkah-langkah yang sama dan menghasilkan nilai baru yang terus mendekati nilai sebenarnya.

Rabu, 09 Maret 2011

Teorema Beton

Terinspirasi dari : Blog kawan  http://schematicskehidupan.blogspot.com/  dan kuliah Teknologi Beton :D

Jadi ceritanya beberapa hari yang lalu gw kuliah Teknologi Beton. Meskipun rada-rada ngantuk, setidaknya gw dapet sebuah pelajaran yg berharga.

Beton, merupakan suatu bahan yang terbuat dari susunan air + semen + agregat kasar(kerikil) + agregat halus(pasir), dimana air dan semen berfungsi sebagai pasta yang merekatkan agregat halus serta agregat kasar. Semua bahan tersebut dicampur dan diaduk dengan proporsi tertentu lalu dicetak dan dibiarkan kering hingga semua komponen tersebut solid dan mencapai kekuatan maksimumnya untuk menahan beban setelah 28 hari (beton umumnya).

Beton juga memiliki mutu yang bereda-beda berdasarkan kuat tekannya. Beton dengan mutu tinggi mempunyai kuat tekan yang tinggi juga, sebaliknya beton dengan mutu rendah memiliki kuat tekan yang rendah pula. Namun, beton mutu tinggi dengan kuat tekan yg tinggi memiliki sifat yang getas, sehingga regangannya tidak terlalu besar, sebaliknya beton mutu rendah memiliki sifat yang lebih daktail, yang membuatnya mampu meregang lebih sebelum akhirnya collapse.

Sebagai penggambaran, berikut gw tampilkan grafik Tegangan - Regangan dari berbagai mutu beton,

Tampak pada gambar garis lengkung yang paling atas adalah grafik tegangan-regangan beton dengan mutu tinggi, sampai ke bawah ke yang mutu paling rendah. Jadi, semakin besar beban/tegangan yang diterima beton, maka regangan beton (deformasi) akan bertambah pula. 
Sederhananya, beton dengan mutu tinggi dapat memikul beban yang sangat berat, namun getas. Bila digunakan pada struktur, cukup berbahaya karena beton tidak melendut atau retak terlebih dahulu sehingga penghuni gedung tidak dapat menyelamatkan diri bila terjadi kegagalan struktur...Naudzubillah...
Sedangkan beton dengan mutu yang paling rendah memikul beban yg rendah pula, namun dia cukup elastis sehingga dapat melendut lebih regang ketika beban maksimum terlampaui, shingga penghuni dapat mengetahui bahwa bangunan yg ditempatinya sudah gagal struktur dan dapat segera menyelamatkan diri seblum akhirnya patah juga.
Kalo dipikir-pikir, bingung juga... Bisa menahan beban berat, tapi tidak elastis. Ada yang elastis, tapi tidak mampu menahan beban yang cukup berat.
Lalu, beton yang terbaik yang bisa dipakai dalam segala kondisi itu beton yang seperti apa?
jawabannya, yang sedang - sedang saja.... (kayak lagu yah?)
Beton yang proporsi campurannya optimal lah yang paling baik, sehingga dapat memikul beban maksimum optimal tapi juga bersifat elastis.

Nah, bila dianalogikan dengan berbagai jenis manusia di muka bumi, manusia pun sama halnya dengan beton.
Ada yang kaya raya tiada tara tapi mencuri-curi yg bukan haknya,
ada juga yang miskin sekali tapi masih mau berbagi sesama...
Ada yang pinter banget tapi gak percaya sama Tuhan saking pinternya,
ada juga yang bodo bianget tapi  gakpernah bohong kalo ditanya...

Bedanya dengan dunia per-Beton-an, dalam dunia manusia masih bisa kita jumpai manusia yang kaya raya tiada tara namun baik budi berbakti dan berbagi, yaaaa tapi jarang juga sih manusia seperti itu.

Intinya, jadilah orang yang sedang-sedang saja, maksud gw sih jadilah orang yang paling optimal lebih tepatnya, karena nothing is perfect in this world, baby.... keep trying to be the best person and low profile ^^ haha

cheers!

Selasa, 22 Februari 2011

Cerita Perjalanan Backpacking Bali-Lombok (lanjutan)

Baiklah teman-teman pembaca yang budiman, pertama-tama izinkan saya meminta maaf atas keterlambatan penerbitan jurnal lanjutan gw kali ini. Mungkin kalo diizinkan beralasan, ini semua karena mood yang angin-anginan datangnya ditambah waktu dan kesibukan-kesibukan yang begitu menumpuk di kampus.
Namun akhirnya sesuai janji, lanjutan daripada jurnal backpacking ke bali dan lombok tetap akan gw terbitkan meskipun itu sudah terlihat basi :p
Oke, langsung saja, mudah2an tetap semangat dan antusias membacanya. Enjoy!

Lanjutan dari : Cerita Perjalanan Backpacking Bali-Lombok (Bali Series)
World Cup On The Water
Setelah mencari-cari taksi, akhirnya kita mendapatkan taksi dan tawar boleh tawar harga taksi untuk mengantar kita ke Pelabuhan Lembar adalah IDR 220.000 . Kalo dibagi 3 kira-kira 73ribuan, agak mahal sih tapi gakpapa lah soalnya sudah sore dan kita harus menuju ke Lombok hari itu juga sedangkan angkutan yg menuj langsung ke Pelabuha Lembar dari Kuta tidak ada. Gak pake basa-basi ransel kita masukin ke bagasi dan mobil langsung melaju kencang...

Tukang Curhat!
Di jalan, kami bertiga ngobrol dengan supir taksinya yang bernama Nyoman. Sepanjang jalan sambil melepas lelah kami saling berbincang tentang kehidupan di Bali dulu dan sekarang. Pak Nyoman sudah nyupir taksi sekitar 15 tahun, dan dia merasa sudah cukup dengan pekerjaannya itu. Dia bercerita bagaimana sampai kahirnya dia bisa memiliki sendiri taksi yang ia kendarai sekarang karena loyalitasnya terhadap perusahaan dan kerajinan Pak Nyoman untuk mengangsur mobil taksi tersebut. Dia juga bercerita tentang keadaan ekonomi di Bali sebelum dan sesudah tragedi bom waktu itu. Tampaknya Pak Nyoman ini memang sudah terlatih sekali untuk berbicara kepada pelanggan. Ceritanya terus berlanjut sampai ke penjaja-penjaja seks di Bali yang rata-rata favoritnya orang-orang bule. Dia bilang, penjaja seks itu bukan wanita-wanita asli Bali melainkan pendatang dari luar pulau. Kalo orang Bali asli pasti sudah takut sama aturan agamanya. Lantas dia lanjut bercerita lagi tentang 8 pura penjaga yang ada di setiap ujung-ujung arah mata angin pulau Bali, salah satunya pura Uluwatu dan Tanah Lot. Pokonya banyak sekali yang dia ceritakan, sampai tidak terasa hari sudah mulai gelap.
Selama perjalanan gw gak ngeliat ada kendaraan umum yang menuju Pelabuhan Padang Bai, maka keputusan kita untuk naik taksi kiranya cukup bijak kali ini.
Pukul 18.08 tepat kita sampai di Pelabuhan Padang Bai Bali. Setelah berpisah dengan Pak Nyoman si tukang curhat, kita langsung berjalan mengurusi administrasi untuk nyebrang ke Pulau Lombok. Sangat disayangkan bahwa kondisi Pelabuhan sangat buruk menurut gw. Kotor dan banyak gelandangan yang tidur di lantai dalam pelabuhan. 
Tiket untuk nyebrang dari Pelabuhan Pdang Bai ke Pelabuhan Lembar Lombok lebih mahal dari Pel. Ketapang ke Gilimanuk, bisa sampai 5 kali lipat. Kita bayar IDR 31.000 untuk satu orang.
Sampai di kapal pun kedaan belum begitu baik benar. Kita bakalan duduk saja di kapal ferry selama kurang lebih 5-6 jam. Kalo mau tiduran, ada penyewaan kasur seharga 3000 per kasurnya. Gw sih males, mending tidur di kursi aja sambil nungguin dan nonton pertandingan World Cup Belanda vs Brazil kalo gak salah.

Senin, 14 Februari 2011

Mati Rasa

Senyuman itu, pola pipi yang menariknya, bibir indah lembut memukau.
dahi yang bersih, membiarkan cahaya matahari bebas memantul
Sepasang bola mata yang biasa, khas Indonesia.
tidak terlalu semampai, tidak.
bersayap pun tidak...apalagi

Wajahmu, aku mati rasa...

Rabu, 09 Februari 2011

Angin Teman Sejati

Begitu banyak kesempatan telah berlalu,
Sebut saja di atap loteng di malam itu,
hanya berteman angin, aku menengadah menikmati langit bertabur bintang...
Atau mungkin didalam kereta menuju Yogyakarta,
lagi-lagi berteman angin, aku melayangkan pandangan keluar jendela, menikmati mentari tenggelam dibatas cakrawala...
Atau mungkin saja di puncak gunung Gede kala itu,
Mentari baru saja terbit menyapa saat aku terbangun dari tidurku yang lelap dan dingin diselimuti angin...
Hmmm...
Atau ketika KM Awu berlayar meninggalkan pelabuhan kota Bima,
angin yang kencang memaksaku menarik jaket untuk keluar menikmati kontur pulau Sumbawa yg sangat sangat alami...
Atau mungkin saja saat senja semakin merona dan kalong-kalong mulai berterbangan mencari makan di pulau Kalong,
masih berteman angin, aku menikmatinya sambil meneguk segelas sopi di anjungan perahu..
Bahkan malamnya saat Tuhan menganugerahkan jutaan bintang di jagad langit sehingga seakan Flores memiliki Planetarium baru,
aku hanya bernyanyi menghibur diri disela ucapan syukur...

Kesempatan-kesempatan indah itu berlalu begitu saja
sampai aku tersadar bahwa ada yang kurang,
kamu tidak pernah ada disini. Bahkan sejengkal pun...
Sungguh angin teman sejati

Senin, 17 Januari 2011

Cerita di Kala UAS

Kejadiannya ketika bberapa hari lalu saat ujian Dasar-Dasar Perencanaan Transportasi. Obrolan yang biasa dilakukan mahasiswa ketika sesaat setelah keluar dari ruang ujian dan bertemu dengan teman seperjuangan,
Cilacap  : "Gimana, mbos? bisa nomer 3 tadi?"
Jakarte'  : "Buset dah, gw ngisi asal-asalan tadi...Kagak belajar yang barusan ntu gw.."
Cilacap  : "Lah, kamu kan bisa liat slide pak dosen dari ipod mu yang baru?"
Jakarte'  : "Kagak dah, emak gw beliin ginian buat belajar, bukan buat contek-contekan.."
 Agak lugu sih memang, tapi gw rada' tersentil aja ngedengernya. Dan sekali lagi gw terkagum akan peran orangtua yang begitu penting dalam mendidik anak.
Di jaman modern kayak gini, udah gak susah lagi kalo mau menyampaikan pesan ke teman yang jaraknya ratusan kilometer entah dimana. Mau internetan juga bisa dimana aja, segala informasi dari seluruh penjuru dunia bisa langsung didapetin hanya dengan memencet beberapa tombol aja. Itulah teknologi.
Teknologi dibuat untuk memudahkan kerja manusia.
Kalimat tersebut begitu ambigu untuk di terjemahkan. Ini yang membuat banyak tejadinya salah tafsir di kalangan anak muda, Indonesia, bahkan di dunia. Ada yang memanfaatkan teknologi menjadi senjata penghancur, alat perang atau apalah. Ada yang memanfaatkan teknologi menjadi alat perusak akhlak manusia atau apalah...

Oke, kayaknya gw terlalu lebar ceritanya. Sebenernya gw mau ngasih tau kasus sederhana yang ada di sekitar gw semacam dialog antar temen gw barusan di atas. Kadang-kadang teknologi itu malah bikin kita jadi malas dan ujung-ujungnya tambah bodoh kalo kita sendiri gak dewasa dan tidak menggunakan hati nurani dalam bertindak.