Kutilang Rinjani

Aku ragu mulai darimana...
Hidungnya 45 derajat seakurat penggaris siku-siku
Bibir bawahnya lembut melengkung anggun tiada tara
Sebaris gigi seri sempurna mengintip malu-malu kucing
Dagunya bertumpu indah di telapak tangan
Pupilnya bergerak sopan senada dengan pakaiannya
Mahkotanya menari indah, bagaimanapun arah putaran bumi
Lehernya seputih susu, setinggi menara Pisa
Singkatnya...Sherina Munaf edisi ramping!

*Syair ini ter-ceplos begitu saja saat melihat bidadari yang membuat lupa diri...

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Phunsukh Wangdu

Cerita Perjalanan Backpacking Bali-Lombok (lanjutan)

Another Cheesy Thing