Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2014

Kubus Laknat

Gambar
Kubus ini terbuat dari persamaan kuantum tentang waktu dan kecepatannya. Kadang waktu bergerak cepat, lebih sering bergerak lambat. Bagaimana kita menikmatinya. Pagi, siang dan malam rupanya tak ada beda bagi mereka Mereka yang menganggap dirinya gerombolan singa, padahal hanyalah sekumpulan 'munyuk' belaka.
Mereka terkapar pulas dalam naungan kipas angin yang bergerak ke kanan dan ke kiri Sementara di luar, orang-orang sedang sibuk berdiskusi tentang teh yang akan diseduh tentang mangga yang mulai sering jatuh atau tentang rindu yang masih utuh
Di kubus laknat, satu juta komentar terbuat mulai dari hitamnya Ahmad, sampai tentang bidadari yang lewat. Di kubus laknat, orang-orang tak bisa pergi tertarik gravitasi, atau sekedar mencari penawar sepi.
Laskar Merah pun mulai berdatangan. Siap berperang, melawan dedaunan yang jatuh dan ranting-ranting yang telah rapuh. "mereka hanya pantas di neraka!" teriak Laskar Merah sambil menyeret musuhnya ke tempat sampah.
Tidak lama kemudian Bung N…