Kamis, 21 April 2011

Memang Seharusnya

"Namun, betapapun beratnya, aku tetap harus pergi. Kukuatkan perasaanku dengan mengingat bahwa Zinar dengan cara apa pun, takkan dapat kusaingi, dan A Ling punya setiap hak dan alasan yang masuk akal untuk memilihnya. Lagi pula republik telah merdeka lebih dari setengah abad. Setiap warga negara bebas menentukan dengan siapa ia mau kawin. Ini adalah cara membujuk diri dengan cara yang sebenarnya sangat memilukan. Namun, hanya itu pilihan yang kupunya untuk menerima keadaanku. Lelaki yang baik akan mendapatkan perempuan yang baik. Perempuan yang baik, akan mendapatkan lelaki yang baik, begitu ajaran pokok dalam agama yang kupeluk. Barangkali, aku tidak cukup baik untuk A Ling."
Padang Bulan - Andrea Hirata

Mumet, mumet, mumet banget sampai bingung gimana cara melukiskannya. Mungkin memang seharusnya...

Jumat, 01 April 2011

Journey To The East (Cerita Perjalanan Backpacking Flores)

"Kenapa gak sekalian aja kita ke Pulau Komodo, Cky?"
Sms dari Philip beberapa minggu sebelum liburan semester membuat gw menjadi bimbang. Tapi emang dasar gw yang orangnya agak impulsif, tawaran tersebut langsung gw iyakan tanpa pikir panjang dengan segala kekurangan dan ketidaksiapan yang ada. Entah bagaimana gw juga gak tahu, dengan begitu saja gw membatalkan rencana awal perjalanan ke Pulau Sempu yang kira-kira lebih hemat biaya karena gw lagi nabung untuk perjalanan lainnya. Kayak "Call of The Wild" aja itu mah...
"Berangkaaat..."
Semenjak itu, gw mulai nyari informasi tentang perjalanan ke Pulau Komodo sebagai tujuan utama kami dan gw mulai menyusun beberapa rencana perjalanan juga menghitung budgetnya. 
Gw dan temen-temen berencana melalui jalur darat dengan melompat-lompati beberapa pulau sampai akhirnya ke Labuan Bajo dan Flores. Namun beberapa hari sebelum keberangkatan, Philip ngasih kabar kalo ada tiket kapal Pelni dengan harga IDR 250.000 dari Surabaya ke Bima. Setelah gw hitung, ternyata itu lebih murah ketimbang jalur darat yang harus melompat-lompat pulau, namun mungkin kekurangnannya adalah kita bakalan bosen banget di kapal karena perjalanan dari Surabaya ke Bima itu 3 hari 2 malam. Kita semakin bingung setelah tahu bahwa kapal Pelni tersebut hanya berangkat pada hari itu saja dalam bulan Januari, tepat sehari setelah hari keberangkatan dari Jogja yang telah kita rencanakan, 25 Januari 2011. Kapal akan beragkat dari Surabaya tanggal 26 Januari 2011 dan hanya ada hari itu saja dalam sebulan ini, setidaknya seminggu.
Setelah kami semua berembuk dan menimbang-nimbang (lu kira daging potong?!), akhirnya kita memutuskan untuk berangkat naik kapal Pelni dan pulang melalui jalur darat karena kita gakmau kehilangan kesempatan untuk memandangi pemandangan di pulau-pulau yang kita lewati.

Awalnya yang akan berangkat itu 7 orang, tapi H-1 jumlahnya berkurang menjadi tinggal 5 orang saja, yaitu Gw, Phillip, Kicol, Fuad dan Ucup. Semua personil adalah teman satu SMA dulunya dan teman satu Perhimpunan Penempuh Rimba & Pendaki Gunung Satya Soedirman, kecuali Ucup. Ucup adalah temannya Phillip di kampus arsitektur UGM, dia juga baru beli kamera underwater yang secara tidak langsung membuat posisinya sungguh sangat diperlukan dalam perjalanan kali ini, terutama kamera-nya. :)

Semua personil yang ikut mungkin saat itu sedang dalam posisi "jenuh" dan perlu penyegaran, makanya semua dipertemukan didalam satu perjalanan ini. Gw yang udah "jenuh" ngerjain tugas, kuliah dan tetek bengeknya, Philip & Ucup yang udah "jenuh" dengan sketsa-sketsa gambar dan ke-"jomblo"-an nya (hahahahaha), Fuad, yang udah "jenuh" dengan algoritma dan bahasa pemogramannya, dan juga Kicol yag sudah "jenuh" dengan dunia barunya juga pendidikan dasar di pecinta alam kampus.

Oke, lengkap sudah basa-basinya. Setelah ini akan gw ceritain agak detail tentang perjalanan kami mulai dari Yogyakarta - Ende, Flores - P. Komodo - dan kembali ke Yogyakarta lagi. Maka siapkan kopi dan makanan kecil, lalu nikmatilah!