Rabu, 22 Mei 2013

Journey To The East (Cerita Perjalanan Backpacking Flores) - 4 Habis


Akhirnya... Setelah sekian lama nge-dokem di draft, akhirnya postingan ini bisa di-publish juga. Lunas sudah hutang piutang kita. 
Semoga masih tetap antusias mengikuti ceritanya. Selamat mengikuti! :)

Sambungan dari :


Rabu, 2 Februari 2011
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

Leyeh –leyeh Day
Kira-kira jam 8 pagi kita sudah packing barang-barang dan bersiap untuk pindah tempat penginapan. Belakangan gw denger kabar kenapa si pemilik penginapan gak mau nerima orang asing untuk bermalam di tempat mereka. Masalah agama dan tingkah laku orang asing yg kadang-kadang bawa-bawa adat kebarat-baratannya ke sini, contohnya making love di penginapan dsb. Yah gak akan gw bahas panjang lebar lah masalah itu. Pokoknya setelah menyelesaikan administrasi di penginapan sebelumnya, kita langsung pindah ke penginapan selanjutnya yg mengijinkan orang asing untuk menginap. Jaraknya gak jauh dari penginapan pertama. Penginapan ini rekomendasi dari kenalan Luca saat bertemu di Bali. Harganya sesuai dengan yg kita mau lah, IDR 25000 per orang per malam, tapi jangan berharap tinggi-tinggi, yg pasti bisa buat istirahat dan bersih-bersih.

Makan di warung Jawa dekat penginapan
Hari ini rencananya adalah hari leyeh-leyeh sedunia. Kita sisain 1 hari penuh buat istirahatin badan, apalagi habis menempuh 18 jam perjalanan darat yg cukup melelahkan antara Ende – Labuan Bajo. Aktivitas seharian diisi dengan tidur-tiduran, makan dan jalan-jalan menyusuri sepanjang jalan Labuan Bajo. Selain itu, kita juga mulai merencanakan apa yg akan kita lakukan besok harinya. Rencananya kita akan ambil paket wisata Taman Nasional Komodo yang disediakan oleh bermacam-macam travel agent di sepanjang jalan Labuan Bajo. Sore itu kita habiskan untuk menyusuri sepanjang jalan Labuan Bajo untuk survey paket wisata. Jujur kita masih belum ada gambaran kegiatan apa aja yg bisa dinikmati dan tempat2 apa saja yg bisa dikunjungi di kawasan Taman Nasional Komodo itu. Setelah survey ke beberapa travel agen, barulah kita mulai ada gambaran rute-rute, tempat-tempat dan kegiatan apa saja yg bisa dilakukan disana. Ada yg bisa dilakukan 1 hari (one day trip), ada yg 2 hari 1 malam, dan lain-lain. Rata-rata harganya sama dari setiap agen. Akhirnya kita tertarik dengan tawaran salah satu agen disana, mereka bilang butuh 10 orang dalam 1 perahu, sedangkan kami ber-tujuh. Ada 2 orang lain yg sedang mengantri juga. Tinggal cari 1 orang penumpang lagi agar biaya paket semakin murah. Orang yang ditunggu tak kunjung datang, kita belum menyetujui paket ini dan minta kepada si pemilik agen untuk mengabari apabila sudah genap 10 orang. Kami pun berjalan pulang ke penginapan...