Sabtu, 19 Maret 2011

Tentang Hitungan Berulang

Sekitar 2 minggu yang lalu gw kuliah Metoda Numerik, dan saat itu materinya adalah tentang Error, atau Persamaan no-Linear kalau gak salah. Nah, dari situ gw baru ngerti bagaimana kerja komputer atau sederhananya, alat hitung kayak kalkulator. Sebenernya komputer atau alat hitung itu lebih bodoh daripada manusia. Komputer hanya menjalankan apa yang sudah diperintahkan (baca:diprogram) oleh manusia sendiri. Tapi, hebatnya komputer itu, komputer lebih rajin ketimbang manusia.

Gw gak akan bicara secara detail, tapi gw bakal bicara tentang apa yg pengen gw sampaikan aja, ok?
Contohnya ketika menghitung suatu akar dari sebuah kurva persamaan, yang 2 variabelnya tidak diketahui di kedua sisi. Maka harus dilakukan hitungan secara iterasi, atau hitungan berulang-ulang agar didapatkan nilai yang paling mendekati saat jawaban terakhir dan jawaban sebelumnya dibagi hasilnya sama dengan 1.Sederhananya gini, ketika telah dihitung dengan langkah-langkah yang sesuai, didapat hasil 1,23450002. Lalu komputer melakukan perhitungan lagi dengan memasukkan nilai tersebut sebagai nilai awalnya dan mendapatkan hasil hitungan yang baru yaitu 1.234500019, lalu nilai baru ini kembali dimasukkan sebagai nilai awal untuk dihitung lagi sesuai langkah-langkah yang sama dan menghasilkan nilai baru yang terus mendekati nilai sebenarnya.


Lalu sampai kapan hitungannya berhenti?
Ada 2 kemungkinan,
Kemungkinan pertama adalah ketika yang gw bilang tadi, "saat hasil akhirnya itu bila dibagi dengan hasil sebelumnya akan menghasilkan nilai 1 alias hasilnya itu sama terus dan tidak berubah ketika dihitung ulang.". Masalahnya, untuk mencapai kondisi seperti tersebut kadang-kadang harus dilakukan pengulangan hitungan yang cukup banyak juga ketelitian yang baik, dan komputer lebih baik dalam hal ini.
Kemungkinan kedua adalah dengan memberi fungsi "IF" saat kondisi tertentu. Contohnya ketika(IF) 3 angka dibelakang koma pada hasil hitungan akhir dan sebelumnya telah sama nilainya, maka(THEN) perhitungan dapat diselesaikan(STOP). Anggapannya bahwa selisih nilai akhir dan nilai sebelumnya itu sangat kecil dan bisa dianggap bahwa nilai tersebut merupakan nilai yang sedang kita cari. Jadi, denga begini tidak perlu menghitung ulang berkali-kali, karena nilai yang kita inginkan sudah dapat kita kira. Dan kondisi ini, hanya manusia yang bisa melakukannya, komputer pun bisa melakukannya, tapi tentu saja dengan perintah manusia.

Ngomong-ngomong soal hitungan berulang, gw jadi inget sama tayangan Uya Emang Kuya kemarin sore, tau kan acaranya?. Disitu ada sepasang muda-mudi (Cewek-cowok) yang lagi jalan-jalan di salah satu mall di Jakarta, lalu mereka dihipnotis sama si Uya dan diminta untuk menyampaikan uneg-uneg mereka yang terpendam satu persatu.
Singkat ceritanya jadi pasangan muda-mudi ini dulunya pernah menjalin hubungan asmara alias pacaran, namun mereka akhirnya putus gara-gara si cowok(Johan) sibuk kerja jadi tukang sayur dan jarang bisa nemenin ceweknya(Fitri) untuk jalan-jalan. Semenjak putus, Johan bekerja keras agar kelak dia dapat meyakinkan Fitri bahwa pekerjaannya itu juga penting untuk masa depan mereka berdua andaikata mereka jadi pasangan suami-istri.
Nah, sekarang Johan itu sudah sukses dengan usaha sayurnya, sekarang dia sudah bisa punya lebih banyak waktu karena dia sudah punya banyak anak buah yang meringankan pekerjaannya. Selama berpisah, Johan terus terbayang akan Fitri. Dia terus mencari-cari informasi tentang keberadaan Fitri sampai-sampai Fitri pernah mampir di mimpinya beberapa kali. Sampai akhirnya dia bertemu lagi dengan Fitri pertama kalinya setelah lama berpisah dan langsung jalan-jalan ke mall, eh langsung juga dihipnotis sama si Uya di acaranya. Itu semua diceritakan si Johan ketika dia dihipnotis dengan spenuh hati sampai mengeluarkan air mata, menggambarkan betapa inginnya dan kerasnya perjuangan Johan untuk bisa kembali menjalin hubunga dengan Fitri.
Ironisnya, ketika giliran Fitri yang dihipnotis dan mengeluarkan uneg-unegnya, Fitri mengatakan bahwa saat ini dirinya telah berkeluarga dan memiliki 1 orang anak. Dan itu sudah tidak mungkin baginya untuk menerima cinta dari Johan lagi. 
Sekejap Johan kecewa habis-habisan. Dia gak percaya kalo Fitri sudah berkeluarga, itu semua diluar ekspektasinya. Dia merasa usahanya yang dilakukan selama ini mati-matian untuk Fitri seakan sia-sia saja. Lalu Uya pun menenangkan si Johan yang sedang kecewa berat dengan memberikannya beberapa motivasi yang baik bahwa, "memang kita harus berjuang keras untuk mendapatkan sesuatu yang kita mau, namun ketika sesuatu tersebut sudah merupakan milik orang lain, yasudah...ikhlaskan saja...".

Inilah yang gw bilang kelebihan manusia itu, ketika hitungan berulang-nya kira-kira sudah tidak perlu dilanjutkan lagi, maka ia dapat berhenti (STOP), dan melakukan hal yang lainnya.

Kadang-kadang kita juga melakukan hitungan berulang seperti itu untuk mendapatkan apa yang kita mau. Kita ulang lagi, kita ulang lagi, kita ulang lagi, terus sampai hasilnya mendekati dengan apa yang kita inginkan. Namun sampai kapan kita berhenti? 
Ada 2 kemungkinan lagi, yaitu sampai kita mendapatkan apa yang ingin kita dapatkan tersebut atau ketika suatu kondisi yang memang seharusnya tidak perlu kita lakukan hitungan berulang lagi, maka kita perlu STOP, dan melakukan hal bermanfaat lainnya.
Jangan memaksakan, kawan! Berhentilah saat dimana seharusnya engkau berhenti.

Semoga bermanfaat!
Cheers!!!

2 komentar:

  1. asik deh bagus ky postingan yg satu ini hahha

    BalasHapus
  2. maturnuwun mas dab..
    ada matkul metoda numerik gak? hahaha

    BalasHapus