Rabu, 09 Maret 2011

Teorema Beton

Terinspirasi dari : Blog kawan  http://schematicskehidupan.blogspot.com/  dan kuliah Teknologi Beton :D

Jadi ceritanya beberapa hari yang lalu gw kuliah Teknologi Beton. Meskipun rada-rada ngantuk, setidaknya gw dapet sebuah pelajaran yg berharga.

Beton, merupakan suatu bahan yang terbuat dari susunan air + semen + agregat kasar(kerikil) + agregat halus(pasir), dimana air dan semen berfungsi sebagai pasta yang merekatkan agregat halus serta agregat kasar. Semua bahan tersebut dicampur dan diaduk dengan proporsi tertentu lalu dicetak dan dibiarkan kering hingga semua komponen tersebut solid dan mencapai kekuatan maksimumnya untuk menahan beban setelah 28 hari (beton umumnya).

Beton juga memiliki mutu yang bereda-beda berdasarkan kuat tekannya. Beton dengan mutu tinggi mempunyai kuat tekan yang tinggi juga, sebaliknya beton dengan mutu rendah memiliki kuat tekan yang rendah pula. Namun, beton mutu tinggi dengan kuat tekan yg tinggi memiliki sifat yang getas, sehingga regangannya tidak terlalu besar, sebaliknya beton mutu rendah memiliki sifat yang lebih daktail, yang membuatnya mampu meregang lebih sebelum akhirnya collapse.

Sebagai penggambaran, berikut gw tampilkan grafik Tegangan - Regangan dari berbagai mutu beton,

Tampak pada gambar garis lengkung yang paling atas adalah grafik tegangan-regangan beton dengan mutu tinggi, sampai ke bawah ke yang mutu paling rendah. Jadi, semakin besar beban/tegangan yang diterima beton, maka regangan beton (deformasi) akan bertambah pula. 
Sederhananya, beton dengan mutu tinggi dapat memikul beban yang sangat berat, namun getas. Bila digunakan pada struktur, cukup berbahaya karena beton tidak melendut atau retak terlebih dahulu sehingga penghuni gedung tidak dapat menyelamatkan diri bila terjadi kegagalan struktur...Naudzubillah...
Sedangkan beton dengan mutu yang paling rendah memikul beban yg rendah pula, namun dia cukup elastis sehingga dapat melendut lebih regang ketika beban maksimum terlampaui, shingga penghuni dapat mengetahui bahwa bangunan yg ditempatinya sudah gagal struktur dan dapat segera menyelamatkan diri seblum akhirnya patah juga.
Kalo dipikir-pikir, bingung juga... Bisa menahan beban berat, tapi tidak elastis. Ada yang elastis, tapi tidak mampu menahan beban yang cukup berat.
Lalu, beton yang terbaik yang bisa dipakai dalam segala kondisi itu beton yang seperti apa?
jawabannya, yang sedang - sedang saja.... (kayak lagu yah?)
Beton yang proporsi campurannya optimal lah yang paling baik, sehingga dapat memikul beban maksimum optimal tapi juga bersifat elastis.

Nah, bila dianalogikan dengan berbagai jenis manusia di muka bumi, manusia pun sama halnya dengan beton.
Ada yang kaya raya tiada tara tapi mencuri-curi yg bukan haknya,
ada juga yang miskin sekali tapi masih mau berbagi sesama...
Ada yang pinter banget tapi gak percaya sama Tuhan saking pinternya,
ada juga yang bodo bianget tapi  gakpernah bohong kalo ditanya...

Bedanya dengan dunia per-Beton-an, dalam dunia manusia masih bisa kita jumpai manusia yang kaya raya tiada tara namun baik budi berbakti dan berbagi, yaaaa tapi jarang juga sih manusia seperti itu.

Intinya, jadilah orang yang sedang-sedang saja, maksud gw sih jadilah orang yang paling optimal lebih tepatnya, karena nothing is perfect in this world, baby.... keep trying to be the best person and low profile ^^ haha

cheers!

7 komentar:

  1. makanya ky pake beton bertulang aja. hehe,

    BalasHapus
  2. Ada lagi yg lebih oke...Beton Prategang? tau gak lo?

    BalasHapus
  3. belum belajar pak! bentar ya hahahha

    BalasHapus
  4. iya beton bertulang dan berdaging.yang lebih serem lagi beton berdarah.gua juga baru belajar tuh

    BalasHapus
  5. hahaha, sarjana kedokteran don ahli urat!

    BalasHapus
  6. gue tau apa yang di maksud dengan beton prategang!

    BalasHapus