Nona

Untuk nona disana,
yang entah sedang apa

Andai dapat kudefinisikan makna hakiki dari keindahan,
pastilah dirimu yang aku jadikan jawaban.

Andai pelangi kehilangan warnanya,
pastilah dirimu yang mencurinya.

Andai diriku ini merasa bahagia,
dadaku menggema, pipiku merona,
dan bibirku tak bisa berucap apa-apa,
pastilah dirimu penyebabnya.

Karena sungguh, nona
senja tak pernah indah tanpa pelukanmu,
langit tak secerah saat kau di sampingku,
dan bumi terlalu luas untuk kuarungi tanpamu.

Maka setelah rumus-rumus ini, angka-angka ini
Setelah "homogenitas"  ini, setelah kantung mata ini
Setelah kelas-kelas ini, setelah program-program ini
Setelah perjuangan ini, dan tentunya setelah kesendirian ini,

Maukah kau berjalan bersamaku?

Membasuh keningku yang cukup berkeringat,
memijat lembut pundakku yang hampir salah urat
mengusap rambutku dan hilangkan segala penat
dan mengingatkanku jikalau waktunya shalat

Kita lihat dunia dengan mata kepala kita,
Kita menyanyi dan berdansa dimana saja,
menikmati karunia Tuhan bersama-sama
dan berbagi dengan yang lainnya

Nona, tetaplah indah selalu disana

Komentar

  1. nice....

    ayo ikuti lomba blog Technocorener 2011 @ www.technocorner.co.cc


    fan page @ http://www.facebook.com/pages/Technocorner/200939283269932

    BalasHapus
  2. dia memang menjadi inspirasi lu ya kiw

    BalasHapus
  3. hatur nuhun sadayana..
    @Tegar : uuhh, maacih...
    @nathan : thx than..
    @eca : dia siape ca? haha
    @giooo : nuwun dab...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Phunsukh Wangdu

Cerita Perjalanan Backpacking Bali-Lombok (lanjutan)

Another Cheesy Thing