Memulai Hidup Sehat

Tadinya postingan kali ini mau gw keluarkan sesaat setelah ujian akhir semester kemarin. Namun karena hal-hal tertentu jadinya tertunda dan akhirnya baru bisa di posting saat ini.

Gw cuma mau cerita tentang sesuatu yg sudah sering Mario Teguh atau motivator2 lain bicarakan. Yaitu tentang "Kejujuran".

Jadi alhamdulillah ujian semester 5 kemarin gw kerjakan dengan jujur. Yah, meskipun ada 2 mata kuliah yg sedikit tidak jujur ngerjainnya (kalo orang jawa bilang ngepek alias nyontek), tapi setidaknya gw merasa ada perbaikan di dalam diri gw... ke arah yg lebih baik tentunya. Mengingat pada semester-semester sebelumnya gw begitu tidak peduli dengan hal seperti ini. Yang gw pedulikan hanya bagaimana caranya supaya nilai gw bagus dan gw meng-halal-kan segala cara pada waktu itu, meskipun terkadang gw gak bisa berkutik juga gara-gara pengawasnya sangat profesional.

Entah ada wahyu darimana tiba-tiba saja gw memutuskan untuk memulai hidup sehat. Gw punya temen sekelas yg selama gw kenal di teknik sipil, dia gak pernah curang saat ujian. Dan nilai dia rata-rata bagus semua. Mungkin dia salah satu inspirasi gw untuk memulai hidup sehat ini. Dia aja bisa, kenapa gw enggak? Terus makin kesini pengawas-pengawas ujian di teknik sipil semakin lihai dan menakutkan, memaksa gw untuk mengurangi contek-mencontek.
Banyaknya kasus-kasus di negara ini yg bertema "meng-halal-kan segala cara" seperti korupsi dan lain-lain juga menggetarkan hati gw dan semakin memantapkan niat gw untuk memulai hidup sehat.

Kalau gak salah gw juga pernah ngepost disini tentang suasana ujian gw dulu dan bagaimana teknik/cara gw mencontek. Hehehehe... Entah gw harus bangga atau malu pernah melakukan itu, hanya saja saat ini gw menganggap itu semua adalah proses pembelajaran gw untuk menjadi manusia yg lebih baik daripada sebelumnya.

Harus gw akui bahwa segala kejujuran itu akan bermuara kepada kebaikan. Bukan hanya dalam hal ujian, tetapi juga dalam kegiatan-kegiatan lainnya. Bukan hanya dari cerita-cerita Mario Teguh atau motivator2 lainnya, tapi memang gw juga mengalaminya sendiri. Kalian bisa ambil contoh dan referensi dari manapun untuk membuktikan bahwa kejujuran itu sangat menguntungkan! Atau... sialhkan coba sendiri!

Nah, bagian twist-nya adalah ketika gw buka portal akademik kemarin untuk ngelihat nilai-nilai semester 5 gw. Dan hasilnya? Gw takjub tiada henti. Sebenernya gak gede-gede amat, tapi hasilnya lebih baik daripada yg gw kira sebelumnya. Malahan lebih bagus dibanding semester sebelumnya disaat gw meng-halal-kan segala cara. Ini terasa lebih memuaskan dan nikmat dibanding ujian-ujian sebelumnya, kepuasannya tuh sampe sini (*sambil nunjuk ke arah dada*).

Jadi selama ini masalah gw hanya malas dan takut dapet nilai jelek aja. Padahal kalau gw mau berusaha lebih untuk mendapatkan sesuatu yg gw inginkan, insya Allah gw bisa mendapatkan itu gak perlu pake curang-curangan segala. Begitu juga dengan menjalani kehidupan ini, kan? Gak perlu korupsi untuk jadi kaya, sob! Meskipun korupsi bisa membuatmu kaya, tapi ada kemungkinan kamu juga bisa masuk penjara.
"Halah, sok suci lo, ki! Palingan angin-anginan doang!!"
Terserah! ini cuma usaha gw kok untuk memperbaiki diri, siapa tau nantinya bisa memperbaiki juga kondisi negara gw saat ini. Who knows? Setidaknya gw udah berusaha...
Mengutip sedikit dari lagunya Michael Jackson - Man In The Mirror. "If you wannna make a world a better place, take a look at yourself, then make a change..."

So the lesson is, tidak perlu mencontek untuk mendapatkan nilai bagus. Just trust yourself, do your best, let God do the rest. Simple. 

cheers!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Phunsukh Wangdu

Cerita Perjalanan Backpacking Bali-Lombok (lanjutan)

Another Cheesy Thing