Hasrat

Sejak beberapa jam yang lalu awalnya gw semangat buat ngerjain tugas kampus yang sudah mendekati deadline. Setengah jam setelah itu, gw tergoda untuk masuk ke dunia maya.
Singkat cerita, sampai saat gw menulis postingan ini, gw masih baca-baca, lihat-lihat dan menikmati postingan blog anak-anak ISI (Institut Seni Indonesia) dan FSRD (Fakultas Seni Rupa dan Desain) ITB.

Isinya mungkin agak-agak ngawur dan eksentrik. Tapi gw malah tertarik dan girang sendiri menikmati karya-karya dan tulisan mereka. Dari mulai lukisan, foto, multimedia artwork, sampai puisi. Bener-bener inspiring!

Lambat laun gw mulai bertolak dari tugas dan omong kosong itu. Seluruh energi terfokus untuk mencermati semua karya anak-anak ini. Tiba-tiba obsesi masa lalu gw untuk kuliah di FSRD ITB menyeruak tak beraturan. Oh Tuhan, Aku jatuh cinta pada karya seni!

Gw seakan memahami setiap karya anak-anak itu. Gw seakan-akan kenal dengan mereka semua. Gw seakan-akan satu kampus dengan mereka semua... Saling bertukar ide dan saling menginspirasi.

Dari kecil gw udah doyan gambar. Sempet punya keinginan untuk jadi arsitek, disamping juga punya keinginan untuk kuliah di IKJ (Institut Kesenian Jakarta) dan FSRD ITB. Sepertinya gw punya hasrat tersendiri dalam bidang seni, apapun itu. Disaat anak-anak yg lain bingung dengerin lagunya SujiwoTedjo, gw malah asik menikmati sendiri ke-eksentrikan musik dan liriknya. 

Meskipun gw bukan seniman profesional ataupun berbakat, tapi kadang-kadang gw menumpahkan hasrat tersebut ke dalam berbagai karya seperti gambar, puisi, lagu, lelucon, dan lain-lain. Sempet pengen juga sih nyobain bikin film atau main drama gitu. Yaah... tapi memang dasarnya tidak dilahirkan untuk memiliki bakat dan bergelut di dunia seni kali yah, jadinya kebanyakan bukannya bikin karya tapi cuma menikmati dan mengamati karya orang lain aja... hahahaha yang penting hasrat terpenuhi.

Kalo orang ketemu sama passion-nya tuh mirip kayak ketemu sama jodoh yah... Girang sendiri... Kelenjar adrenalin seketika berpacu cepat, tidak mau ada sedikitpun yang lewat.

Well, gw cukupkan sampai disini saja 'kangen-kangenan'-nya. Kita kembali lagi ke tanggung jawab mahasiswa. Meskipun gw gak sempet kuliah di IKJ ataupun FSRD ITB, hasrat gw pada seni akan terus ada, dan gw bisa belajar di mana-mana, because art is infinity.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Phunsukh Wangdu

Cerita Perjalanan Backpacking Bali-Lombok (lanjutan)

Another Cheesy Thing