Mimpi Masa Muda


“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.” 


- Soe Hok Gie

Kutipan barusan adalah kata-kata yg dilontarkan Soe Hok Gie untuk meyakinkan teman-temannya tentang tujuannya mengadakan kegiatan pendakian ke gunung Semeru.
Dan, menurut gw inilah seharusnya alasan yg paling bijaksana untuk menjawab pertanyaan, "Ngapain sih lu naik gunung?". Bukan karena pengen terlihat keren, gengsi, atau apapun yg sejenisnya...cih!

Tapi yg mau gw ceritakan berikut ini adalah alasan 'kenapa naik gunung' versi gw sendiri.
Kalau diingat-ingat, awal mula gw seneng berkegiatan di alam bebas tuh mulai dari SMA kelas 1. Dulu waktu MOS, semua ekstrakurikuler yang ada di SMA gw menampilkan kebolehannya sekaligus promosi untuk menjaring anak-anak baru yg berminat. Tapi, gak ada satu pun ekstrakurikuler disana yg menarik hati gw... Sampai akhirnya gw memutuskan untuk tidak daftar di salah satu ekstrakurikuler yg ada. 



Hari berlalu seperti kegiatan anak SMA biasanya. Suatu hari temen sekelas gw, Philip ngajak gw ke sekretariat PPRPG Satya Soedirman (mungkin kalo di SMA lain semacam Pecinta Alam gitu). Gw lupa alasan Philip ngajak gw kesana, tapi satu-satunya hal yg gw inget saat itu tuh adalah suatu momen yg mungkin merupakan salah satu momen yang paling berpengaruh dalam kehidupan gw. 

Gw memandangi kaca jendela sekretariat itu yang dipenuhi stiker-stiker khas pecinta alam dari mulai Ekspedisi Triple-S lah, Taman Nasional Gede-Pangrango lah, 'Selamatkan Hutan Kita'-lah, dan sebagainya. Namun dari sekian banyak stiker yg menempel di kaca jendela itu, mata gw hanya terfokus pada satu stiker yg bertuliskan "MAHAMERU", dengan latar sebuah gundukan pasir yang dibelakangnya mengepulkan semacam asap vulkanik. Gw tiba-tiba merinding. Tiba-tiba terdengar seseorang berbisik, "MAHAMERU". Entah dari mana asalnya, tapi seakan-akan stiker itu memanggil gw. Bulu kuduk gw berdiri semua, sekejap kelenjar adrenalin terpompa dan jantung gw terasa berdegup cepat. Di dalam otak terbayang-bayang tempat semacam apakah "MAHAMERU" itu...

Singkat cerita, bermodal hal sepele namun 'penting' bagi gw saat itu, gw mendaftarkan diri masuk PPRPG Satya Soedirman (yang belakangan lebih seneng gw bilang organisasi/perhimpunan ketimbang ekstrakurikuler) sambil mencari tahu segala hal tentang 'Mahameru'. Karena mungkin saat itu PPRPG Satya Soedirman lah satu-satunya jalan yg paling dekat untuk menjawab semua pertanyaan dan kepenasaran gw itu.

Dari situ kegemaran gw dengan kegiatan alam bebas mulai tumbuh, selain mungkin dorongan dari faktor gen bokap gw yang waktu muda dulu juga hobi nya masuk-masuk ke hutan. Semua itu menuntun gw ke berbagai petualangan-petualangan dan cerita-cerita serta pelajaran yang gak pernah gw dapat di dalam kelas. Namun, belum juga menjawab pertanyaan dan kepenasaran gw tentang 'Mahameru'.

Berbagai cerita tentang Arcopodo, Ranu Kumbolo, Tanjakan Cinta, Soe Hok Gie dan sebagainya yg berkaitan dengan Mahameru mengubah sebuah kepenasaran gw menjadi sebuah mimpi besar kala itu, gw menyebutnya, "Mimpi Masa Muda"...

Namun kesempatan demi kesempatan telah berlalu, kepenasaran tentang Mahameru belum juga terjawab. Sampai akhirnya awal bulan September kemarin, tepatnya setelah 5 tahun semenjak pertama kali gw memandang stiker 'MAHAMERU' itu, barulah angin dan bintang mengantarkan gw ke timur pulau Jawa untuk menjawab semua kepenasaran dan melunasi "Mimpi Masa Muda" gw.

Ranu Kumbolo yang syahdu, Tanjakan Cinta dengan semua mitosnya, Padang Oro-Oro Ombo yang romantis, Arcopodo yang dingin dan misterius, sampai Mahameru dan kawahnya Jonggring Seloko yang gagah dan suci. Semuanya terasa lebih indah dari cerita-cerita yg pernah gw dengar sebelumnya selama 5 tahun.

Sebuah perjalanan yg menyenangkan, khususnya bagi gw pribadi karena bisa menggapai "Mimpi Masa Muda" ini bersama teman-teman seperjuangan dan teman-teman "seper-mimpi-an" gw. Jadi kemarin gw ajak semua temen-temen SMA gw dari dulu kayak Philip, Fuad dan Kicol biar naik bareng sama rombongan temen-temen gw di teknik sipil UGM. Jadi ada temen-temen kuliah pas di kampus, sama ada temen-temen gw dari SMA dulu. :D

Sebuah perjalanan yang semakin merendahkan hati gw dan semakin bersyukur masih diberikan kesempatan-kesempatan untuk merasakan nikmatnya hidup dan indahnya karya-karya Tuhan. Bahwa tidak ada yang pantas untuk sombong di hadapan-Nya. 

Terimakasih juga kepada Soe Hok Gie yang telah banyak menginspirasi. Puisi-puisi Anda sangat mengagumkan! Mungkin tanpa orang-orang seperti Anda, tidak akan pernah ada pemberani-pemberani di negeri kita ini. Tenanglah disana, di dalam pelukan bintang-bintang...

Begitulah kiranya yg mau gw ceritakan tentang "Mimpi Masa Muda" gw dan awal mula ketertarikan gw dengan kegiatan alam bebas seperti mendaki gunung.

Semoga Bermanfaat! Cheers! :)

P.S. : Suatu saat nanti pasti gw bakal balik ke Ranu Kumbolo. Bedanya kali itu gw bareng sama istri/calon istri gw. Bangun pagi udah dibuatin kopi, duduk berdua memandangi tenangnya riak air danau sambil menunggu matahari terbit. Malamnya kita membicarakan bintang-bintang yang bertaburan menghiasi langit malam di hadapan kita.
Sesederhana itu aja "Mimpi Masa Muda #2" gw
tunggu ceritanya..huehehe^^


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Phunsukh Wangdu

Cerita Perjalanan Backpacking Bali-Lombok (lanjutan)

Another Cheesy Thing