Natasa

N : "Kamu sayang gak sama aku?"

A : "Harus aku jawab nih?"

N : "Waktu kamu 5 detik. Satu... Dua... Tiga..."

A : "Iya iya iya sayaaaang... Aku sayaaaaaaaang banget sama kamu. Kenapa sih kamu? Lagi banyak kerjaan ya di kantor?"

N : "Enggak. Aku lagi random aja."

A : "Laper ya? tuh makan aja roti aku"

N : "Sayang, kalau nanti kita gak menikah gimana ya?"

A : "Hmmm, that's the million dollar question."

N : "Kita tuh, kayak sama-sama tau ini akan berakhir kayak gimana, tapi kita kayak bodo amat gitu gak sih?"

A : "Kata siapa aku tau?"

N : "Aku..."

A : "Sayang... dengerin aku ya. Kamu tau gak sih betapa susahnya aku dapetin kamu? Betapa lamanya aku berdoa sama Allah supaya dipertemukan sama orang kayak kamu? Betapa seringnya nama kamu aku selipkan di setiap doa-doa sehabis solatku, di setiap sujud-sujudku? Terus kamu kira aku bakal bodo amat gitu?"

N : "Aku gak tau harus ngomong apa, sayang..."

A : "Sayang dengerin ya... Apapun itu, aku akan berusaha sekuat tenaga supaya bisa menghabiskan sisa hidupku sama kamu. Kita menikah, hidup bersama. Kita pergi ke tempat-tempat yang pernah ada di mimpi kita. Melihat anak-anak kita tumbuh bahagia sesuai impian-impian mereka, sampai kita meningalkan dunia ini. Apapun itu, aku akan berusaha. Tapi... kalau Allah berkehendak lain, aku harap aku dan kamu bisa mengerti dan bisa menerima, supaya hidup kita bisa terus berjalan."

N : "Tuh kan... i now you're gonna leave me"

A : "Who said so..?"

N : "Sayang tapi kalo ujung-ujungnya kita gak jadi buat apa? Aku takut sayang. Aku takut kamu ninggalin aku"

A : "Sayang... kamu gak dengerin aku ya? Di dunia ini, apa sih yang pasti? hari ini sehat, besok bisa aja kita tiba-tiba sakit. Sayang... aku gak bisa janjiin apapun sama kamu. Aku gakbisa janjiin aku bakal menikah sama kamu, aku gabkbisa janjiin aku bakal jadi orang kaya, punya rumah mewah, mobil banyak, kulkas, TV dsb. Aku gak bisa janji. Tapi yang bisa aku janjiin sama kamu adalah bahwa aku akan terus berjuang buat kamu. Oke?"

N : "I love you... peluuuuuuuuk..."


A : "uuuuuuuuh..... Udah jangan nangis. Sana nanti telat kamu kebaktiannya. Aku nunggu di warung depan ya."


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Perjalanan Backpacking Bali-Lombok (lanjutan)

Mesin Waktu