El Matadore

118 menit pertarungan hebat, sengit dan sangat alot di Johannesburg sana. layaknya sebuah kiblat, semua pasang mata di seluruh dunia tertuju padanya, pertandingan final WorldCup 2010.
Saat tendangan kaki kiri David Villa hampir merobek gawang Stekelenberg, teriakan riuh gemuruh di setiap kafe dan tempat nonton bareng berlangsung.
Robben yang lolos dari 2 pemain belakang dan tinggal berhadapan dengan Casillas. Pertarungan mental yang sangat hebat. Semua penonton dalam posisi seperti menahan "berak". Teriakan kecewa dan bersyukur bercampur gemuruh seiring malangnya Robben yang gagal melakukan finishing touch.
Fabregas yang baru memasuki lapangan mendapatkan kesempatan tanpa pengawalan pemain belakang musuh dan tiba di depan gawang musuh berhadapan dengan sang kiper. Kembali seluruh penonton memasang posisi seperti menahan "berak". Dan..."Ooooouuuuhhh......" nasib Fabregas tidak lebih baik daripada Robben.

Wasit terpaksa memberikan perpanjangan waktu kepada kedua tim yang sangat keras kepala yang tidak mau mengalah ini. Stamina sudah bukan lagi sebuah urusan bila "berhala" sudah di depan mata.

Andres Iniesta bermain sangat gemilang malam itu. Saat pemain belakang musuh lengah, ungkapan yang mungkin tepat menggambarkan posisi Iniesta waktu itu adalah "Right man on the right place in the right time".
Dengan satu sepakan yang kencang saja, seantero dunia pendukung Iniesta bergemuruh riang tak bisa membendung kebahagian. 2 menit terakhir!
Sudah dapat dipastikan. Pendukung tim Oranje menunduk kecewa...

Wasit meniup peluit panjang. Sorak sorai riang gembira yang belum terhenti semakin membahana. Isak tangis kekecewaan dan kebahagiaan bercampur dalam stadion Johanessburg. 
Dan "berhala" itu pun untuk pertama kalinya seumur hidup di kecup oleh Iker Casillas dan kawan-kawannya.

THE NEW WORLD WINNER!!!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Phunsukh Wangdu

Cerita Perjalanan Backpacking Bali-Lombok (lanjutan)

Another Cheesy Thing