Rabu, 12 Mei 2010

Between

Mereka yang menamai dirinya orang paling benar sedunia, mungkin selalu salah dimata seorang petani miskin dengan penghasilan tak menentu. Atau mereka yang selalu berteriak meminta kebenaran kepada orang yang paling benar sedunia, mungkin saja tak berarti apa-apa dimata seseorang dibalik meja kerjanya. Duduk dengan menahan berat badannya sendiri sambil "bersosialisasi" di dunia maya.

Ketika aku melakukan apa yang aku anggap benar, ternyata di lain sisi salah besar. Ketika seseorang mencoba menghiburku, dampaknya 180 derajat dan membuatku semakin emosi.
Mis-komunikasi? atau memang semua yang ada di dunia ini itu relatif? Tidak ada aturan, tanpa kesepakatan?
Lalu hal apa yang bisa membuat semua orang bahagia?
Padahal beberapa orang menganggap perbuatan mencuri itu menyenangkan...
Sungguh sulit dan pelik untuk memikirkan ini.



Seorang yang super kaya berkata bahwa semua kekayaan-nya adalah hasil kerja kerasnya dan untuk kepentingan dirinya semata. Tapi di tempat lain seseorang yang miskin berkata bahwa sebagian kekayaan si super kaya itu adalah milknya juga.

Kadang aku suka berangan, bahkan sampai sekarang, andai aku punya tabungan 1 milyar rupiah, perusahaan dengan penghasilan 100 juta/hari, kapal pesiar dan 10 mobil jaguar terbaru serta tanah dengan luas 100 hektar. Aku bersedia memberikan 50 hektar tanah unutk ditanami hutan, dan 50 hektar lagi untuk didirikan, panti asuhan, sekolah(SD,SMP,SMA) gratis, rumah sakit, dan rumah susun gratis, tempat pelatihan masyarakat mandiri serta mesjid. Aku bersedia setiap hari menghabiskan 10 juta untuk memberi sedekah kepada fakir miskin. Aku bersedia membelikan makanan kepada mereka yang kelaparan.
Sampai suatu saat mobil Jaguar dan kapal pesiar itu tak ada artinya lagi, semua sama saja. Adil sama merata. Dengan begitu tidak akan terjadi kejahatan dan sebagainya.

Tapi itu hanya pikiran anak kecil saja yang tidak tahu apa2.
Mungkin dunia ini sudah di-desain agar perbedaan itu ada.
Ada yang memberi, ada yang menerima
Ada yang jahat, ada yang baik
Ada si kaya, ada si miskin
Ada si sehat, ada si sakit
dan lain lain

Andai mungkin di negeri Swiss sana nyaris "bersih" 100 persen. Kenapa disini tidak bisa?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar