Cerita Pagi

Jam weker memaksaku untuk terjaga dari mimpi yang bahkan satu jam kemudian aku lupa.
Sekejap menoleh waktu, lalu bergegas menyucikan diri
dan bersujud untuk bersyukur akan semua nikmat yang telah diberikan-Nya pagi ini, kemarin, dan seterusnya
Setelah itu, aku merasa lebih baik dari sebelumnya.

Saat ku-buka pintu, sinar mentari sudah menungguku setia
Senyum kian tersungging seirama nafas yang kuhela

Kicau burung, sejuk embun, dan hangat mentari
Aku bersyukur masih bisa menikmati semua ini
Dan aku akan lebih bersyukur lagi
Bila dirimu ada disini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Phunsukh Wangdu

Cerita Perjalanan Backpacking Bali-Lombok (lanjutan)

Another Cheesy Thing