Sempurna

Bila cakrawala tampak jelas membentang membelah bumi dan sinar matahari terbias seirama. Ketika gumpalan awan berarak dibawah kaki kita. Saat angin berhembus lembut membangkitkan badan yang letih berjalan. Aku tidak pernah merasa sekecil ini diantara jutaan keajaiban yang mengelilingiku. Di ketinggian itu aku teringat, akan semua perbuatanku, yang tidak seharusnya aku lakukan. Aku teringat, tentang kesewenang-wenangan ku selama ini, terhadap bumi.
Hangatnya sinar mentari menyadarkan ku kembali. Kesombongan, ke-egoisan, serta antek-anteknya adalah perbuatan yang tidak pantas. Sungguh aku malu. Kita benar-benar tidak tahu terima kasih!
Sewaktu kecil mewarnainya dengan warna hijau, sekarang warnai dengan panas api. Hilang sudah...
Langit bagaikan lukisan saat itu. Lukisan indah tentu saja, sangat indah! Jantungku berdenyut cepat sekali, ketika lautan awan berombak seakan mengajakku terlelap diatasnya. Dan lidahku tak berhenti berucap, "Subhanallah...Allahu Akbar..!"
Di ketinggian ini aku hanya ingin berterima kasih kepada-Mu atas semua mahakarya yang sempurna, yang tak berhenti Engkau berikan. Sungguh tiada yang lebih sempurna selain diri-Mu yaa Allah...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Phunsukh Wangdu

Cerita Perjalanan Backpacking Bali-Lombok (lanjutan)

Another Cheesy Thing